Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Loading in …3
×
1 of 6

Menjadi pebisnis yang tidak berbisnis

0

Share

Download to read offline

Tips bagi karyawan agar mentalnya seperti pebisnis yang tidak lengah terhadap keuangan mereka. Pebisnis tidak selamanya harus menjalankan suatu bisnis

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Menjadi pebisnis yang tidak berbisnis

  1. 1. Menjadi Pebisnis Yang Tidak Berbisnis?!
  2. 2. Oleh : Andy Nugroho, CFP.
  3. 3. Menjadi Pebisnis Yang Tidak Berbisnis?! Menjadi pebisnis yang menjalankan bisnis bagi beberapa orang begitu didambakan. Namun tidak sedikit pula orang yang memang merasa jiwanya sebagai seorang pekerja akan bertanya “mengapa harus berbisnis?” Bagi seseorang yang berstatus karyawan yang penghasilannya sudah ditetapkan tiap bulannya, seringkali kita merasa ingin mendapatkan tambahan selain penghasilan rutin tersebut. Bila untuk berbisnis sampingan seperti menjadi member Multi Level Marketing atau agen asuransi tidak menarik minat kita, serta untuk menjual sebuah produk dirasa terlalu menyita waktu pekerjaan utama kita, maka ada hal lain yang bisa kita lakukan untuk tetap mendapatkan lebih meski berstatus karyawan, walaupun mungkin hasilnya tidak sebesar dan secepat bila kita berbisnis langsung. Pertama yang musti kita pahami adalah bahwa berbisnis itu merupakan sebuah mindset dan bukan hanya sebuah pekerjaan. Seorang pebisnis yang kurang memiliki mindset bisnis atau wirausaha, bisa jadi dalam menjalankan usahanya hanya akan mirip dengan pola kerja karyawan, yaitu bekerja terus mengikuti suatu pola tanpa berusaha membuat inovasi baru sehingga bisnisnya tidak berkembang. Dilain sisi, seorang karyawan justru bisa dianggap sebagai seorang pebisnis bila ia bisa terus menghasilkan lebih. Seorang karyawan bagian marketing atau sales, tentu selalu dituntut untuk bisa memenuhi target penjualan mereka. Seorang sales yang berjiwa bisnis, tentu akan terus memutar otak bagaimana caranya agar target itu bisa tercapai, bahkan sebisa mungkin
  4. 4. melebihinya. Tujuannya jelas, bagi tempatnya bekerja hal tersebut akan membuatnya memiliki track record kerja yang bagus. Bagi diri pribadinya, ketika ia mampu melebihi target tentu ia akan mendapatkan bonus yang lebih besar pula. Selain itu tentu ia akan menjadi lebih diperhitungkan apabila ada kesempatan untuk promosi jabatan. Itu untuk orang-orang yang di department sales. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang bekerja di back office ataupun tidak terkait dengan penjualan produk?. Bagaimana caranya agar mereka bisa mendapatkan lebih?. Ingatlah selalu bahwa berbisnis itu adalah sebuah mindset. Jadi yang kita perlukan adalah mengembangkan mindset tersebut untuk diterapkan di tempat kerja kita. Sebuah produk akan menjadi terkenal bila ia berbeda atau memiliki nilai tambah dibandingkan produk lainnya. Untuk itu untuk bisa menjadi beda atau punya nilai tambah dibandingkan karyawan lainnya, maka kita harus bisa menjadi expert dibidang yang kita lakukan. Jangan malas untuk terus belajar dan mengupdate pengetahuan kita. Selain bisa “dijual” di kantor, kemampuan anda yang lebih daripada karyawan lainnya bisa membuat anda jadi seorang narasumber yang dibutuhkan ilmunya oleh perusahaan lain. Seorang pebisnis juga dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak agar produknya lebih dikenal orang. Maka dari itu meskipun berstatus karyawan back office, kenalan dan berinteraksilah dengan sebanyak mungkin orang dari berbagai level dan bidang kerja di kantor anda, syukur-syukur bos-bos dari department lain mengenal anda dan track record kerja anda, sehingga bisa jadi anda dipromosikan lintas department. Hal itu kita lakukakan karena kita sedang “menjual” produk kita yang bernama prestasi kerja. Merasa bahwa gaji anda tiap bulannya sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan bulanan anda? Jangan lengah, karena uang anda tidak akan bisa berkembang maksimal kalau hanya diparkir di rekening bank. Kita harus berpikir juga bagaimana uang tersebut bisa bekerja untuk kita agar nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Maka dari itu mindset bisnis diperlukan disini. Seperti halnya pebisnis yang selalu mencari peluang-peluang bisnis baru atau cara-cara baru mengembangkan bisnisnya, seorang pekerja pun harus seperti pebisnis yang sepatutnya memiliki pengetahuan dan kemampuan kemana saja ia akan mengalokasikan gaji yang diterimanya kedalam produk-produk investasi dan keuangan yang ada sehingga uangnya bisa terus berkembang tanpa menyita waktu kerja. Berinvestasi pada bisnis franchise, ikut memodali orang yang butuh tambahan modal usaha,
  5. 5. atau menaruh uang di produk-produk keuangan akan membuat penghasilan kita yang terbatas itu bisa terus berkembang tanpa mengganggu waktu pekerjaan utama kita. Jadi jangan berkecil hati menyandang status pekerja, sepanjang kita bisa terus menjaga mindset bisnis tersebut. Salam, Penulis : Andy Nugroho, CFP. Source Link : Pebisnis, Pebisnis Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id, Youtube. Mitra Rencana Edukasi – MRE Indonesia, Blog Kemandirian Finansial Blog

×